Sabar Han…
Satu-satunya kata yang bisa menenangkan kecamuk di hati gw…
Inilah perasaan yang gw alami belakangan ini.
S T R E S S
Mungkin ini yang sedang gw rasain yaitu karena perasaan takut dan kurang percaya diri yang melanda hidup gw. Perasaan ini menimbulkan efek yang cukup mengacaukan keseharian gw..huff..mulai dari bangun penuh dengan perasaan gelisah, deg2an sampe akhirnya gw nggak tau klo jam 7 ada kuliah Simulasi Sain Material. Padahal itu adalah kuliah pilihan yang notabene mencerminkan minat gw yang mendalam dalam bidang material yang kedepannya gw harap bisa jadi fokus untuk Tugas Akhir Semester Depan.
Rasa Stress ini bikin gw merasa berada dalam satu space yang luas dimana di dalamnya ada gw yang selalu memancarkan muatan negatif. Sementara lingkungan gw positif semua. Entah aura atau Law of attraction yang berlaku disini. Pikiran yang bersifat sedih, gundah, menegeluh etc. bikin suasana atau akibat yang gw terima berefek negatif yaitu ’sial’
Gw juga kerap nggak peDe melakukan sesuatu, nggak berani mengambil risk, Soo my life will be getting bored ’seems like to be’. Hidup jadi nggak menentu bagaikan ombak yang hanya bergantung pada arus. Bukan__ gw bukan melebih-lebihkan tapi inilah yang sekarang sungguh bikin hidup gw seperti air yang mau tumpah dan gelasnya mau pecah. Efek negatif yang gw rasain sepertinya berasal dari pikiran gw yang selalu saja mengingatkan gw akan kegagalan2 terjadi pada waktu ke belakanG dan salahnya gw bukannya membikin taktis dan strategis untuk face the world tapi malah takut menghadapi kenyataan hidup ini. Misalnya aja karena pengharapan yang begitu besar akan satu mata kuliah yang gw ambil tapi pada hasil akhir apa yang gw harapkan hanya berujung pada nilai yang ‘cukup’. Hari ini hari senin minggu kedua semester 7. Yup belum ada semangat yang bergelora untuk belajar, sO what the plan of me??
Entah apa juga yang bikin gw skrg gampang kesel akan perkataan seseorang. Omongan orang yang seenaknya bikin gw membalas omongannya dengan makna emosional. Gw sebenernya nggak akan mengeluarkan kata2 yang egois klo lingkungan mulai menunjukan pemaksaan. Sampe sekarang hati gw masih panas. Misalnya gw bilang gw pengen nggak dateng ke suatu acara kumpul2 di kampus, tapi ada respon yang sifatnya membuat gw terpojok dulu yang pada intinya respon itu ‘mungkin’ niatnya positif tapi karena nada atau entah pembawaan si lawan bicara bikin diri gw merasa salah dan bikin gw terkesan seolah2 gw adalah orang yang anti toleransi dan justru secara psikologis gw makin menunjukan sifat yang antisosial. Beda lagi dengan tanggapan temen gw yang laen, setelah gw tunjukin sikap enggan gw, dia malah berkomentar dengan nada ‘bijak’ say that boleh aja mengatakan kata tidak dan menunjukan keengganan tapi tetep punya toleransi dan si temen gw yang ‘bijak’ ini pada kenyataannya nggak ikut juga dengan alasan belum makan dari pagi(saat itu jam 3 sementara kumpul2nya jam 5, orang goblok juga tau klo waktu makan nggak nyampe 2 jam)
Sebagai manusia yang diberikan hati dan otak, gw juga nggak akan seegois itu untuk tidak peduli pada lingkungan. Nggak semua orang punya nilai akademis yang bagus kan?nggak semua orang punya prioritas yang sama bukan? gw juga nggak butuh pemakluman.Dengan gw lebih mementingkan hal2 macem ‘itu’ gw juga egois sama orang tua gw yang kerap kecewa sama nilai2 gw bukan? Setelah kemaren bokap gw ngasih gw duit 1 juta buat ikut Semester pendek tapi apa hasilnya??kuliah yang gw ambil nilainya C semuayang laen bisa aja bilang,,derita lo). Situasi dan kondisi setiap orang nggak sama bukan?
gW juga sebenernya berat untuk bersikap kayak gini, untuk bersikap ‘beda’ yang seolah-olah nggak peduli. Tapi sekali lagi setiap orang punya masalah yang berbeda. Gw juga tau dan sadar nggak mungkin bisa hidup sendiri makanya harus ada sikap peduli terhadap sekitar. jadi Hukum Alam emang berlaku ‘if you care so the other too’ Cuma nggak harus pamrih-kan? maksudnya==>gw pengen gw peduli karena gw ikhlas untuk peduli bukan karena terpaksa karena ada motivasi lain.
Nggak ada kata-kata lain untk memberikan nafas hidup yang positif bagi hidup gw saat ini kecuali be passionate!!!
Gw sadar sesadar sadarnya hidup gw harus efektif dan objektif. Klo nggak gt efeknya bukan hanya ke gw tapi juga orang lain. Temen gw, bokap nyokap gw, nenek gw, om gw, tante gw, keluarga ,,Kecamatan Kelurahan,,,hufff So be Persistent!!